Psikologi Islam

Jumat, 27 Maret 2015

Mushola Baitul Hakim FH UGM, Yogyakarta

 

kantinjus 27 maret 2015

Apakah anda mengenali diri anda? Pertanyaan yang mudah tetapi tak banyak orang yang dapat menjawabnya dengan tegas. Kantinjus mengajak para muslimah untuk mengenali pribadi masing-masing dengan mengangkat tema Psikologi Islam. Setelah pembacaan tilawah oleh Milana, Mbak Dita (mahasiswa psikologi angkatan 2012) mulai menyampaikan materi.

Manusia tidak akan pernah lepas dari psikologi. Sebab Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan cara berpikirnya. Seiring dengan berkembangya jaman, Psikologi tidak hanya melihat pada satu individu tetapi sudah masuk ke ranah keilmuan. Banyak umat muslim yang mengacu pada Psikologi Barat padahal Islam pun juga mempelajari Psikologi. Buktinya adalah terdapatnya Rumat Sakit Jiwa di Iran sebelum masa Renaissance. Lalu kemanakah psikologi islam itu? Mereka menghilang begitu saja dan hanya berada di lingkungan mereka. Kondisi ini menjadi hal yang mengkhawatirkan karena ada perbedaan antara psikologi barat dengan psikologi Islam. Berbeda dengan psikologi barat yang hanya berfokus pada keduniaan (fisik), psikologi islam selain mempelajari fisik juga mempelajari ruh dan Tuhan. Hal inilah yang menjadikan banyak orang yang sakit di Barat karena mereka hanya belajar mengenai fisik. Sementara psikologi islam mengajari kita tentang kesabaran dan keikhlasan yang menjadi penawar racun jiwa. Saat ini orang-orang Barat mulai menyadari bahwa ada sesuatu di luar manusia, yaitu Tuhan.

Sabda Rasululah SAW: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”. Mengapa demikian? Sebagai manusia tentu kita tidak dapat mengendalikan semua hal. Meskipun banyak penemuan-penemuan canggih di era modern ini yang membuat manusia menjadi sombong. Namun ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia seperti detak jantung. Penting sekali bagi setiap individu untuk dapat mengenali diri mereka.

Ketika seorang manusia menemukan dirinya maka ia akan menemukan bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan ha-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Dengan begitu, kita akan menyadari keberadaan Tuhan dan kita bukanlah pemilik sejati raga ini. Orang-orang yang tidak bisa menemukan siapa dirinya maka ia tidak mempunyai pegangan dan hanya akan terbawa arus. Mereka tidak dapat menyelesaikan masalah yang muncul di lingkungan mereka sehingga mengakibatkan stress. Pada tahap yang sangat parah seseorang yang tidak mengenali diri mereka dapat melakukan tindakan kriminal bahkan dapat menjadi gila.

Johari Window membagi keterbukaan seseorang menjadi empat kelompok, yakni:
1. Open, mengambarkan diri seseorang yang diketahui olehnya dan juga orang lain.
2. Hidden, dimana seseorang itu sendiri yang tahu akan dirinya sementara orang lain tidak.
3. Blind, suatu kondisi saat seseorang tidak tahu dirinya tetapi orang lain tahu.
4. Unknown, baik pribadi itu sendiri maupun orang lain tidak tahu.

johari-window

Jadi, marilah kita mulai mengenali diri kita masing-masing. Awali dengan pertanyaan yang sangat sederhana: Siapa diri kita? Tentu saja pertanyaan ini tidak selesai hanya dengan menjawab saya Islam. Sebagai penutup, Mbak Dita menambahkan bahwa diri manusia ibarat sebuah bumerang. Tanpa mengenali diri maka bumerang itu bisa saja menyerang diri kita sendiri. Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman diri oleh masing-masing individu agar mereka dapat mengontrol bumerang tersebut.

Pentingnya Membaca Al-Qur’an

al-qur'an

Kantinjus yang diadakan di mushola FH pada Jumat, 6 Maret 2015 kali ini mengangkat tema “Mengapa sih Kita Harus Membaca Al-Qur’an?”. Pemateri yang didatangkan ialah Mbak Mita, seorang mahasiswa manajemen angkatan 2010. Dibuka dengan game tebak hati, Mbak Mita pun memulai kajian.

Kematian adalah hal yang akan dialami oleh setiap mahluk hidup. Begitu banyak amalan ibadah yang dilakukan manusia agar mereka mendapatkan kehidupan terbaik setelah kematian. Namun tahukah kalian bahwa ada amalan yang mudah dilakukan untuk masuk ke surga-Nya? Jawabannya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

1. Membaca Al-Qur’an dapat memberikan sepuluh kebaikan.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca 1 huruf dari Al Qur’an, maka baginya 1 kebaikan. dan 1 kebaikan dilipat-gandakan 10x lipat. aku tidak mengatakan alif lam miim itu satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi 2910)

2. Al-Qur’an merupakan pedoman segala permasalahan di dunia. Oleh karena itu, dengan membaca Al-Qur’an kita dapat merasakan ketentraman.

3. Al-Qur’an memberikan syafaat pada hari akhir.
Rasulullah SAW bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804).

4. Membaca Al-Qur’an dapat menjadi bakti terbaik kita kepada orang tua.
ثم يكسا أبواه إن كانا مسلمين حلة خيراً من الدنيا وما فيها، فيقولان: أنى لنا هذا وما بلغت أعمالنا؟! فيقال: إن ولدكما يقرأ القرآن

“Kemudian kedua orang tuanya, dipakaikan dengan pakaian yang lebih indah daripada dunia dan seisinya.” Kedua orang tuanya berkata,”Apa yang menyebabkan kami mendapatkan hal ini ? Kemudian dikatakan kepada keduanya,”Karena anak kalian berdua membaca Al-Qur’an.”

Adapun cara berinteraksi dengan Al-Qur’an yaitu dengan membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkannya. Selain itu, perlu diperhatikan juga adab-adab membaca Al-Qur’an:
a. Ikhlas;
b. Suci;
c. Menghadap kiblat;
d. Menutup aurat;
e. Diawali dgn ta’awudz.

Mengenal Syiah dan Sunni

Jumat, 27 Februari 2015

kantinjus1

Pada kepengurusan kabinet Fii Sabilil Haq, Kantinjus (Kajian Rutin Jumat Siang) yang diadakan oleh Departemen Keputrian KMFH kembali hadir. Kantinjus yang bertemakan “Mengenal Syiah dan Sunni” diadakan di Mushola Fakultas Hukum UGM dan dimulai sekitar pukul 12.00. Acara yang dimoderatori oleh Ade menghadirkan Mbak Iim, seorang mahasiswa FTP angkatan 2010, sebagai pemateri. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Milana, Mbak Iim pun mulai menyampaikan materi.

Syiah dan Sunni adalah dua golongan besar dalam Islam. Adapun perbedaan di antara keduanya ialah:

1. Perbedaan yang paling mendasar dari Syiah dengan Sunni ialah Syiah sangat mengagungkan Ali bin Abi Thalib. Syiah lahir ketika Ustman bin Affan meninggal dunia sementara beliau belum sempat menunjuk khalifah selanjutnya. Kemudian terjadilah perseturuan penentuan khalifah yang mengakibatkan timbulnya beberapa golongan. Syiah merupakan salah satu dari golongan tersebut.

2. Golongan Syiah tidak menyukai Aisyah. Mereka menganggap Aisyah sebagai orang yang fasik dan hina. Dalam suatu riwayat, Aisyah dikatakan sebagai pelacur.

3. Al-Qur’an oleh Syiah dianggap tidak benar karena tidak menyebutkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Selain itu, surah Al-Ikhlas diganti menjadi surah Al-Assad
surah al ikhlas diubah
(gambar diambil dari www.bringislam.web.id)

4. Mengkafirkan umat Islam yang bukan golongan Syiah. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa mereka berhak membunuh orang Islam yang bukan Syiah.

5. Memperbolehkan nikah mut’ah (nikah kontrak). Perbuatan ini oleh Syiah dianggap sebagai ibadah. Ada suatu kasus dimana seorang perempuan Syiah mengidap penyakit kelamin. Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata perempuan tersebut melakukan nikah mut’ah dan menganggapnya sebagai ibadah.

6. Meratapi kematian Hasan dan Husein (cucu Nabi Muhammah saw). Pada hari karbala, golongan Syiah merayakannya dengan melukai diri mereka sebagai aksi simpati kepada Hasan dan Husein.

Adapun golongan Syiah ini paling banyak terdapat di Iran. Demikianlah materi yang disampaikan Mbak Iim. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang membacanya.

Jatuh Cinta dan Manajemen Perasaaan

Cinta; hal yang paling sering ada di pikiran kita. Hampir semua hal kita atas namakan cinta. Cinta yang begini, cinta yang begitu. Apa sih cinta itu? Terus kalau kita jatuh cinta, kita harus gimana? Terkadang kita banyak bicara cinta, mengaku-ngaku jatuh cinta, tanpa tahu apa yang kita bicarakan. Nah, siang ini (18/10), KANTINJUS di Mushola Baitul Hakim FH UGM sedang membahas soal cinta. Pembicaranya Mbak Ardhiyani, mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2010.

Sebenarnya, apa itu cinta? Menurut Mbak Ardiyani, setiap orang memiliki definisi sendiri tentang cinta. Cinta itu tidak dapat didefinisikan dengan kata, karena cinta itu hanya dirasa oleh hati. Cinta sendiri ada tiga macamnya. Yuk, kita bahas satu-satu!

1. Cinta karena nafsu
Cinta yang didasari oleh nafsu tidak pernah menuju pada kebaikan, meskipun melalui cara-cara yang baik. Contohnya; pacaran. Walaupun pacaran dengan cara-cara seperti belajar bareng atau apapun, tapi tetap saja pacaran tidak baik.

2. Cinta karena akal
Ciri-ciri cinta yang satu ini adalah membuat tertarik pada kebaikan tapi tidak membuat kita berbuat baik. Misalnya, kita diingatkan untuk shalat oleh seseorang yang kita sukai. Kita akan tertarik untuk shalat, tapi lihat dulu niatnya deh. Kita shalat karena ingin beribadah kepada Allah atau karena diingatkan seseorang yang membuat kita jatuh cinta?

3. Cinta karena hati
Nah, cinta yang ini nih yang paling bener. Perasaan cinta yang satu ini membuat kita selalu ingin yang terbaik untuk orang yang kita cinta. Cinta yang paling tulus, tanpa ada pretensi. Contoh yang paling nyata adalah cinta seorang ibu terhadap anaknya. Meski sekarang banyak sekali kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya, tapi di hati kecil seorang ibu pasti ada rasa ingin melindungi anaknya.

Sekarang ini banyak sekali orang yang bingung tentang cinta, meski mereka mengaku paham dengan cinta. Hanya segelintir orang yang paham bagaimana mengelola cinta. Sebenarnya, jatuh cinta itu tidak dilarang kok. Mencintai orang lain juga tidak dilarang. Justru jika cinta tidak bisa datang, harus dipertanyakan hatinya sekeras apa sih? Namun ketidakpahaman orang tentang cinta dan cara mengelola cinta itulah yang membuat jatuh cinta seolah-olah dilarang.

Sebenarnya kita memiliki teladan dalam problematika cinta. Sebut saja kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Ali adalah pemuda miskin yang tidak mempunyai apa-apa. Sedangkan Fatimah Az Zahra adalah putri Rasulullah saw. Ali mencintai Fatimah sejak Fatimah masih kecil. Namun Ali tidak memiliki keberanian untuk melamar Fatimah, apalagi ada beberapa sahabat Rasulullah saw melamar Fatimah. Jodoh tidak kemana. Semua lamaran dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan ditolak semua. Ketika Ali memberanikan diri untuk melamar Fatimah, lamaran Ali lah yang diterima.

Cinta itu pengorbanan dan  mengambil kesempatan yang ada. Itulah cinta Ali kepada Fatimah.
Orang yang sedang jatuh cinta itu berbahaya, karena ia memiliki energi yang sangat besar. Jika ia tidak tahu bagaimana mengelolanya, maka ia akan benar-benar terjatuh tanpa cinta. Ada sebuah kisah tentang kekuatan orang yang jatuh cinta. Seorang ulama Mesir pernah jatuh cinta dengan seorang wanita. Namun sayangnya wanita itu telah memiliki suami. Ulama tersebut melampiaskan perasaannya dengan cara menulis sebuah buku dalam semalam. Dan pagi harinya, buku itu jadi. Betapa besar energi orang yang sedang jatuh cinta, bukan?

Ketika kita sedang jatuh cinta, nikmatilah perasaan itu tapi jangan dirawat. Teruslah berusaha menjaga agar cinta tetap ada tanpa memperburuk ibadah kita.

Nah, Mbak Ardiyani memberikan beberapa tips untuk orang yang sedang jatuh cinta. Simak ya!

1. Salurkan cinta dengan cara yang kita suka
Setiap orang pasti memiliki hobi, salurkan perasaan cinta kita yang sedang menggebu itu dengan melakukan hobi. Tujuannya agar kita tidak terlalu posesif dan agresif terhadap orang yang kita cinta. Bagaimanapun, jatuh cinta ada tata kramanya.

2. Jangan mengindari orang yang kita cintai
Menghindar adalah sifat pengecut. Jika kita menghindari orang yang kita cinta dan kita berhasil melupakan perasaan kita, kemudian suatu saat kita bertemu dengan orang itu lagi, akan tumbuh perasaan baru yang energinya lebih besar.

3. Jangan reaktif
Seseorang yang sedang jatuh cinta adalah orang paling reaktif dan sensitif sedunia. Cuma disapa, rasanya seperti dipuja-puja. Kayak kita orang yang satu-satunya disapa aja. Ditanyain kabar, rasanya menjadi orang yang paling diperhatikan. Padahal dia menanyakan kabar ke semua orang.

4. Buatlah jarak, tapi jangan memutus komunikasi
Bagaimanapun memutus silaturahim itu tidak dibenarkan. Jaga komunikasi dengan baik.
Jatuh cinta tidak salah, tapi jangan diekspresikan dengan cara yang salah. Tidak usah menggebu-gebu, karena jodoh kita bukan sandal yang akan tertukar dengan milik orang lain.

Jangan memaksa seseorang yang sedang jatuh cinta untuk menghapus bersih semua perasaannya. Terimalah, karena dengan mengikhlaskan semuanya akan terasa lebih mudah. Jagalah perasaan cinta yang sedang kita miliki sekarang. Jangan sampai perasaan kita sekarang melukai perasaan seseorang-di-masa-depan kita nanti. Yakinlah bahwa sebuah perasaan adalah fitrah dan bukan sesuatu yang hina.

(KANTINJUS 18 Oktober 2013)

Tawazun, Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Jumat,  11 Oktober 2013

 

 

DSC_0513

Tawazun, Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Departemen Keputrian KMFH UGM seperti biasa di hari Jumat tidak absen untuk mengadakan Kantinjus. Kajian rutin Jumat siang ini diikuti oleh para akhwat dengan antusias. Hal ini terlihat dari akhwat yang berkumpul kurang lebih ada 25 orang. Bertempat di Mushalla Baitul Hakim, dan dimoderatori oleh Maya, Kantinjus kali ini mengangkat tema Tawazun: manajemen diri dan hati yang disampaikan oleh Mbak Raisatun Nisa, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Farmasi UGM angkatan 2010.

Tawazun menurut bahasa berarti keseimbangan. Dapat kita maknai keseimbangan mengejar kepentingan dunia dan akhirat. Dalam Al-Quran surat Al-Mulk ayat 3 Allah SWT. berfirman:

a003

 

Artinya, 67:3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Mbak Raisatun Nisa memulai kajian hari ini dengan membaca dan memaknai Surat Al-Mulk ayat 3 bahwa sudah menjadi fitrah manusia untuk seimbang. Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dengan seimbang, dan tidak ada ciptaan-Nya yang tidak seimbang. Tugas kita sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT adalah menyeimbangkan segala aspek yang telah diberikan Allah SWT.  Seperti tiga aspek penting kehidupan yang telah dianugerahkan Allah SWT pada kita yaitu aspek jasmani, aspek akal dan aspek rohani.

Manusia telah dianugerahi jasmani yang luar biasa oleh Allah SWT. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mensyukuri nikmat Allah yang satu ini, karena dengan tubuh yang kita miliki ini kita dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik. Lalu, bagaimana cara kita mensyukurinya? Tentu saja dengan merawat tubuh kita dengan baik, khususnya sebagai seorang muslimah yang nantinya akan menjadi seorang ibu bagi penerus Islam di masa depan. Selain itu juga membawa tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat saja. Mbak Raisatun Nisa juga menekankan pentingnya untuk menjaga makanan yang kita konsumsi agar selalu yang halal. Hal ini karena, sekali saja kita kemasukan makanan yang haram maka bekasnya tidak akan hilang sampai kita mati . Tidak inginkan hidup kita terbayangi oleh dosa karena hal tersebut. Tidak ingin juga kan Jalan kita menuju surga terhalang hanya karena makanan haram yang barang sekali saja kita makan, Nauzu billahi min zalik. Maka itu berhati-hatilah saat memilih makanan yang kita makan. Selain makanan, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur juga perlu supaya tubuh kita senantiasa sehat.

Setelah jasmani, aspek yang harus kita seimbangkan dalam hidup adalah aspek akal. Dalam hal ini akal kita sebaiknya kita selalu pergunakan untuk menambah pengetahuan dengan berlajar berbagai macam ilmu. Sesungguhnya ilmu Allah sangatlah luas, segala aspek dalam kehidupan pasti memiliki ilmu. Allah SWT. berfirman dalam surat Al-Kahfi ayat 109;

al-kahfi

18:109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimatTuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Sudah menjadi tradisi umat Islam untuk selalu menimba berbagai macam ilmu. Apalagi kita para muslimah, haruslah menjadi muslimah yang cerdas dan kaya ilmu. Sejarah, bahkan telah membuktikan ketika Islam menjadi yang terdepan dalam ilmu pengetahuan, berhasil menemukan berbagai macam hal ketika Eropa masih tenggelam dalam Era Kegelapan. Al Quran adalah sumber dari segala ilmu, tidak hanya ilmu agama namun didalamnya terkandung pula dasar-dasar Ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi muda umat Islam janganlah malas untuk mengkaji Al Quran dan menemukan fakta-fakta baru yang bisa bermanfaat untuk kehidupan. Dan tidak sungkan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang sudah ada agar sebagai muslim atau muslimah kita tidak ketinggalan perkembangan zaman.

Dalam aspek rohani, Mbak Raisatun Nisa menyampaikan beberapa hadits mengenai pentingnya menjaga kebersihan hati (Qalbu). Hadits pertama yang disampaikan Mbak Raisatun Nisa adalah hadits riwayat Ibnu Majah yaitu;

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.” Kemudian mereka para sahabat berkata, mengenai jujur atau benar lisannya, kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Beliau menjawab, “Yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih, yang tidak terdapat dosa pada dirinya, tidak dholim, tidak iri, dan juga tidak dengki.”HR. Ibnu Majah 4216 dan Ibnu ‘Asakir (17/29/2).

Selain hadits tersebut, Mbak Raisatun Nisa juga menyampaikan hadits lain yaitu;

Dalam shahîh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabî SAW bersabda:”Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati.” (Muttafaqun `Alaihi, dari Nu`man bin Basyîr).

Dari kedua hadits tersebut kita dapat menarik kesimpulan yaitu penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dan keikhlasan hati dalam kehidupan kita. Menjadi manusia yang selalu memaafkan, tidak mendendam, ikhlas, dan bertaqwa pada Allah. Niscaya Surga telah menunggu kita di akhirat nanti.

Dengan menyeimbangkan ketiga aspek (Jasmani, Akal dan Rohani) dalam kehidupan kita dan  selalu mengingat Allah dalam segala kesempatan. Insya Allah kita akan selalu merasa tentram, damai, dan di berkahi olehNya baik di dunia maupun ketika Dia telah mengambil kita untuk kembali ke sisiNya, aamiin ya rabbal alamiin.

Laras Putri, Sofia Rahmawati