Setetes Darah Untuk Kehidupan

donor darah I

 

Pada hari Senin, 30 Maret 2015, Keluarga Muslim Fakultas Hukum (KMFH) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) daerah tingkat Kabupaten Sleman mengadakan donor darah rutin bulanan. Kegiatan donor darah yang diberi tajuk “Setetes Darah Untuk Kehidupan” ini merupakan salah satu program kerja Departemen Pelayanan Umat KMFH UGM yang telah rutin dilaksanakan dalam setiap periode kepengurusan. Acara dilaksanakan di Gedung I Fakultas Hukum UGM, dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB.

Banyak civitas akademika Fakultas Hukum UGM yang antusias untuk menyumbangkan darah mereka. Hal ini terlihat dari jumlah kantong darah yang terkumpul mencapai 31 kantong. Meskipun pendaftar donor darah sebenarnya melebihi dari 31 orang tetapi banyak dari mereka yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi pendonor. Diharapkan untuk penyelenggaraan donor darah yang akan datang, jumlah kantong darah yang terkumpul meningkat dan lebih banyak lagi civitas akademika Fakultas Hukum UGM yang berminat untuk mendonorkan darahnya.

Peredaran Buku Pengantar Mata Pelajaran Agama Islam Radikal

Dalam mengkaji isu Beredarnya Buku Pengantar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memuat konten radikal. Departemen Pengkajian Wacana Keluarga Muslim FH UGM melakukan wawancara dengan Drs. Radino, M.Ag (Dosen Pemikiran Hukum Islam Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta). Ingin tahu bagaimana pandangan beliau terkait isu tersebut? Klik link dibawah ini:

Isu Buku radikal

BBM (Bahan Bakar Manusia)

Baru-baru ini pemerintah kembali menaikkan harga BBM atau bahan bakar minyak. Hal ini menimbulkan polemik sendiri di masyarakat. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagi yang setuju mereka beranggapan bahwa inilah saatnya Indonesia mulai lepas dari ketergantungan subsidi BBM yang menyedot anggaran APBN sangat besar. Lagi pula tidak semua orang menikmati subsidi BBM ini. Bisa dibilang subsidi BBM salah sasaran.

Mereka yang tidak setuju berpendapat dengan kenaikan BBM ini masyarakatlah yang akan kembali dirugikan. Kenaikan harga BBM akan menyebabkan efek domino terhadap kenaikan harga-harga bahan pokok lainnya. Tentunya ini akan menyulitkan bagi mereka yang berpendapatan rendah.

Tentunya kenaikan harga BBM ini akan mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok. Bayangkan saja, semisal untuk mereka yang berpendapatan tiga puluh ribu rupiah per hari. Beban hidup yang mereka harus pikul akan menjadi lebih berat. Uang yang mereka dapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sehari-hari. Bagaimana dengan pendidikan mereka, bagaimana dengan kesehatan mereka. Faktanya di luar sana masih banyak orang yang berpendapatan kurang dari tiga puluh ribu sehari.

Memang pemerintah memiliki beberapa program guna mensejahterakan masyarakat kurang mampu. Seperti kartu indonesia sehat, kartu indonesia sejahtera, kartu indonesia pintar yang gunanya sebagai implementasi konstitusi UUD 1945 pasal 28 H. Pemerintah juga memberikan BLT (bantuan langsung tunai) yang berupa untuk keluarga tidak mampu.

Pada kenyataanya, lihat disekitar kita. Apakah pelaksanaannya sudah sesuai dengan apa yang diangankan?
Apakah warga kurang mampu dapat dengan mudah mendapat perawatan yang layak ketika mereka sedang sakit? Apakah anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan yang layak? Apakah bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut sudah diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan?

Memang tidak patut kita menyalahkan pemerintah yang sudah bekerja sepenuh hati demi melaksanakan cita-cita mulia Bangsa Indonesia. Kita juga patut sadar banyak tindakan kita yang secara sadar maupun tidak turut ambil bagian dari kenaikan harga BBM ini.

Menggunakan BBM secara tidak bijak mungkin salah satunya, tanpa sadar sering diantara kita menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke suatu tempat yang jaraknya terlampau dekat. Ini mungkin sesuatu yang sederhana yang banyak orang mengacuhkannya. Mungkin jika yang melakukan satu dua orang itu bukan masalah yang berarti. Hitung saja seratus orang yang melakukan hal tersebut. Jika digabungkan mungkin ada satu liter bensin yang digunakan. Berarti artinya dari seratus orang tersebut ada tiga ribu rupiah subsidi yang digunakan. Bayangkan jika 1000, 10000, 100000 atau mungkin satu juta orang yang melakukannya. Berapa subsidi BBM yang hilang percuma yang harusnya itu bisa bermanfaat untuk mereka yang tidak mampu.

Marilah kita sebagai generasi muda, generasi “pengganti” bangsa untuk sadar mulai sekarang. Dan melakukan upaya-upaya kecil yang sebenarnya bermanfaat untuk orang lain. Misalkan, mematikan mesin ketika antri mengisi bahan bakar karena upaya kecil kita in sha Allah akan bermanfaat untuk orang banyak.

Penulis:

Nuzula F. Sulaiman

DPW 2014

NUZULA

Psikologi Islam

Jumat, 27 Maret 2015

Mushola Baitul Hakim FH UGM, Yogyakarta

 

kantinjus 27 maret 2015

Apakah anda mengenali diri anda? Pertanyaan yang mudah tetapi tak banyak orang yang dapat menjawabnya dengan tegas. Kantinjus mengajak para muslimah untuk mengenali pribadi masing-masing dengan mengangkat tema Psikologi Islam. Setelah pembacaan tilawah oleh Milana, Mbak Dita (mahasiswa psikologi angkatan 2012) mulai menyampaikan materi.

Manusia tidak akan pernah lepas dari psikologi. Sebab Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan cara berpikirnya. Seiring dengan berkembangya jaman, Psikologi tidak hanya melihat pada satu individu tetapi sudah masuk ke ranah keilmuan. Banyak umat muslim yang mengacu pada Psikologi Barat padahal Islam pun juga mempelajari Psikologi. Buktinya adalah terdapatnya Rumat Sakit Jiwa di Iran sebelum masa Renaissance. Lalu kemanakah psikologi islam itu? Mereka menghilang begitu saja dan hanya berada di lingkungan mereka. Kondisi ini menjadi hal yang mengkhawatirkan karena ada perbedaan antara psikologi barat dengan psikologi Islam. Berbeda dengan psikologi barat yang hanya berfokus pada keduniaan (fisik), psikologi islam selain mempelajari fisik juga mempelajari ruh dan Tuhan. Hal inilah yang menjadikan banyak orang yang sakit di Barat karena mereka hanya belajar mengenai fisik. Sementara psikologi islam mengajari kita tentang kesabaran dan keikhlasan yang menjadi penawar racun jiwa. Saat ini orang-orang Barat mulai menyadari bahwa ada sesuatu di luar manusia, yaitu Tuhan.

Sabda Rasululah SAW: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”. Mengapa demikian? Sebagai manusia tentu kita tidak dapat mengendalikan semua hal. Meskipun banyak penemuan-penemuan canggih di era modern ini yang membuat manusia menjadi sombong. Namun ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia seperti detak jantung. Penting sekali bagi setiap individu untuk dapat mengenali diri mereka.

Ketika seorang manusia menemukan dirinya maka ia akan menemukan bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan ha-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Dengan begitu, kita akan menyadari keberadaan Tuhan dan kita bukanlah pemilik sejati raga ini. Orang-orang yang tidak bisa menemukan siapa dirinya maka ia tidak mempunyai pegangan dan hanya akan terbawa arus. Mereka tidak dapat menyelesaikan masalah yang muncul di lingkungan mereka sehingga mengakibatkan stress. Pada tahap yang sangat parah seseorang yang tidak mengenali diri mereka dapat melakukan tindakan kriminal bahkan dapat menjadi gila.

Johari Window membagi keterbukaan seseorang menjadi empat kelompok, yakni:
1. Open, mengambarkan diri seseorang yang diketahui olehnya dan juga orang lain.
2. Hidden, dimana seseorang itu sendiri yang tahu akan dirinya sementara orang lain tidak.
3. Blind, suatu kondisi saat seseorang tidak tahu dirinya tetapi orang lain tahu.
4. Unknown, baik pribadi itu sendiri maupun orang lain tidak tahu.

johari-window

Jadi, marilah kita mulai mengenali diri kita masing-masing. Awali dengan pertanyaan yang sangat sederhana: Siapa diri kita? Tentu saja pertanyaan ini tidak selesai hanya dengan menjawab saya Islam. Sebagai penutup, Mbak Dita menambahkan bahwa diri manusia ibarat sebuah bumerang. Tanpa mengenali diri maka bumerang itu bisa saja menyerang diri kita sendiri. Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman diri oleh masing-masing individu agar mereka dapat mengontrol bumerang tersebut.

Jalan Panjang Jilbab Polwan

Sebagai seorang wanita kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk menutup aurat kita. Namun banyak wanita yang tidak menutup aurat mereka karena berbagai hal. Salah satunya ialah karena tuntutan pekerjaan. Kali ini, Departemen Pengkajian dan Wacana (DPW) mengangkat tema “Jalan Panjang Jilbab Polwan”. Dimana Polwan merupakan salah satu profesi pekerjaan yang dipenuhi lika-liku perjuangan hingga akhirnya mereka diijinkan memakai jilbab.

Jalan Panjang Jilbab Polwan

Jalan Panjang Jilbab Polwan (27 Maret 2015)

Pentingnya Membaca Al-Qur’an

al-qur'an

Kantinjus yang diadakan di mushola FH pada Jumat, 6 Maret 2015 kali ini mengangkat tema “Mengapa sih Kita Harus Membaca Al-Qur’an?”. Pemateri yang didatangkan ialah Mbak Mita, seorang mahasiswa manajemen angkatan 2010. Dibuka dengan game tebak hati, Mbak Mita pun memulai kajian.

Kematian adalah hal yang akan dialami oleh setiap mahluk hidup. Begitu banyak amalan ibadah yang dilakukan manusia agar mereka mendapatkan kehidupan terbaik setelah kematian. Namun tahukah kalian bahwa ada amalan yang mudah dilakukan untuk masuk ke surga-Nya? Jawabannya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

1. Membaca Al-Qur’an dapat memberikan sepuluh kebaikan.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca 1 huruf dari Al Qur’an, maka baginya 1 kebaikan. dan 1 kebaikan dilipat-gandakan 10x lipat. aku tidak mengatakan alif lam miim itu satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi 2910)

2. Al-Qur’an merupakan pedoman segala permasalahan di dunia. Oleh karena itu, dengan membaca Al-Qur’an kita dapat merasakan ketentraman.

3. Al-Qur’an memberikan syafaat pada hari akhir.
Rasulullah SAW bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804).

4. Membaca Al-Qur’an dapat menjadi bakti terbaik kita kepada orang tua.
ثم يكسا أبواه إن كانا مسلمين حلة خيراً من الدنيا وما فيها، فيقولان: أنى لنا هذا وما بلغت أعمالنا؟! فيقال: إن ولدكما يقرأ القرآن

“Kemudian kedua orang tuanya, dipakaikan dengan pakaian yang lebih indah daripada dunia dan seisinya.” Kedua orang tuanya berkata,”Apa yang menyebabkan kami mendapatkan hal ini ? Kemudian dikatakan kepada keduanya,”Karena anak kalian berdua membaca Al-Qur’an.”

Adapun cara berinteraksi dengan Al-Qur’an yaitu dengan membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkannya. Selain itu, perlu diperhatikan juga adab-adab membaca Al-Qur’an:
a. Ikhlas;
b. Suci;
c. Menghadap kiblat;
d. Menutup aurat;
e. Diawali dgn ta’awudz.

Mengenal Syiah dan Sunni

Jumat, 27 Februari 2015

kantinjus1

Pada kepengurusan kabinet Fii Sabilil Haq, Kantinjus (Kajian Rutin Jumat Siang) yang diadakan oleh Departemen Keputrian KMFH kembali hadir. Kantinjus yang bertemakan “Mengenal Syiah dan Sunni” diadakan di Mushola Fakultas Hukum UGM dan dimulai sekitar pukul 12.00. Acara yang dimoderatori oleh Ade menghadirkan Mbak Iim, seorang mahasiswa FTP angkatan 2010, sebagai pemateri. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Milana, Mbak Iim pun mulai menyampaikan materi.

Syiah dan Sunni adalah dua golongan besar dalam Islam. Adapun perbedaan di antara keduanya ialah:

1. Perbedaan yang paling mendasar dari Syiah dengan Sunni ialah Syiah sangat mengagungkan Ali bin Abi Thalib. Syiah lahir ketika Ustman bin Affan meninggal dunia sementara beliau belum sempat menunjuk khalifah selanjutnya. Kemudian terjadilah perseturuan penentuan khalifah yang mengakibatkan timbulnya beberapa golongan. Syiah merupakan salah satu dari golongan tersebut.

2. Golongan Syiah tidak menyukai Aisyah. Mereka menganggap Aisyah sebagai orang yang fasik dan hina. Dalam suatu riwayat, Aisyah dikatakan sebagai pelacur.

3. Al-Qur’an oleh Syiah dianggap tidak benar karena tidak menyebutkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Selain itu, surah Al-Ikhlas diganti menjadi surah Al-Assad
surah al ikhlas diubah
(gambar diambil dari www.bringislam.web.id)

4. Mengkafirkan umat Islam yang bukan golongan Syiah. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa mereka berhak membunuh orang Islam yang bukan Syiah.

5. Memperbolehkan nikah mut’ah (nikah kontrak). Perbuatan ini oleh Syiah dianggap sebagai ibadah. Ada suatu kasus dimana seorang perempuan Syiah mengidap penyakit kelamin. Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata perempuan tersebut melakukan nikah mut’ah dan menganggapnya sebagai ibadah.

6. Meratapi kematian Hasan dan Husein (cucu Nabi Muhammah saw). Pada hari karbala, golongan Syiah merayakannya dengan melukai diri mereka sebagai aksi simpati kepada Hasan dan Husein.

Adapun golongan Syiah ini paling banyak terdapat di Iran. Demikianlah materi yang disampaikan Mbak Iim. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang membacanya.

Liputan Diskusi Departemen Pengkajian Wacana KMFH

Selasa, 6 Februari 2012,

Departemen Pengkajian dan Wacana Keluarga Muslim Fakultas Hukum (DPW KMFH) dibawah kepemimpinan kabinet baru bernama Urwatul Wutsqa menyelenggarakan diskusi perdana. Diskusi yang digelar di selasar depan Gedung I FH UGM pukul 16.30 s.d. 17.30 WIB ini mengangkat tema “Pengaruh Islam terhadap Perkembangan Ekonomi, Sosial, dan Politik di Turki”. Pemateri diskusi yang dihadirkan adalah seorang pelajar asal Turki yang sudah cukup lama menetap di Indonesia Lutfi Ulker dan dimoderatori oleh M. Yudha Prawira (Kepala DPW KMFH kabinet Urwatul Wutsqa). Dengan kemampuan berbahasa indonesia yang fasih, Lutfi mengawali diskusi dengan sejarah pemerintahan Islam hingga masuknya sekulerisme di Turki.

Perkembangan Sekulerisme

Sekulerisme adalah konsep dimana agama dan kepercayaan terpisah dari kehidupan masyarakat. Perkembangan sekulerisme di Turki dipengaruhi oleh  dua faktor yakni faktor eksternal pemerintahan dan faktor internal pemerintahan.

Dari segi politik, pemerintah Turki mengimplementasikan paham sekuler melalui pembentukan peraturan perundang-undangan. Sementara, dari segi sosial diimplementasikan melalui larangan pemakaian jilbab bagi muslimah Turki di tempat-tempat umum. Selain itu juga pembangunan tempat ibadah  yang tingkatnya masih minim dan jauh dari permukiman.  Lebih ekstrem lagi beliau mengatakan, “Sekulerisme di Turki telah menjauhkan masyarakat Turki dari agama, sekulerisme telah merubah gaya hidup pemuda-pemudi Turki menuju ke arah kemaksiatan”. Pada akhirnya, hal ini berimbas pada semakin menjamurnya ateisme, karena urusan agama terpisah dengan urusan dunia.

Harapan-harapan

Lutfi berharap pemerintah mulai memikirkan hak konstitusional warga negara untuk beribadah. Untuk membangun kepemimpinan Islam dibutuhkan pemimpin yang mampu dan berani menegakan syariah Islam. “Hal yang sangat disayangkan adalah jika melihat kondisi umat Islam sendiri yang masih terpecah belah sehingga menyebabkan permasalahan umat tak kunjung selesai”, ujar Lutfi.

Lutfi juga menambahkan, “kita bisa mengambil hal positif dari umat agama lain, yakni semangat yang besar untuk menggali lebih dalam ajaran agamanya. Sementara, kita umat muslim, kita sudah berada pada jalan yang benar, namun kita tidak mencoba menggali lebih dalam nilai-nilai agama kita.”

Indonesia dan Turki sama–sama mempunyai potensi besar untuk perkembangan pemerintahan Islam. Indonesia, dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam. Turki dengan nostalgia sejarahnya, karena pernah menjadi pusat pemerintahan Islam.

Kesimpulan dan saran

Lutfi  berkata “Agama dan sains tidak bisa dipisahkan, maka suda menjadi tugas guru, ilmuwan, dosen, dan para pendidik lainnya untuk merubah pola pikir mereka dengan memberikan cara pandang yang benar,”. Semua berasal dari diri sendiri. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah diri kita. Sebagai seorang mahasiswa , kita bisa mulai dengan mengamati permasalahan umat dan mencoba untuk mencari solusinya. “Lakukan hal-hal yang bisa dilakukan sekarang, di samping itu penting  untuk membekali diri dengan meningkatkan kapasitas keilmuan dan keimanan kita,” papar Lutfi. Demikian kalimat penutup yang disampaikan dalam diskusi sore hari itu. Mayoritas dihadiri mahasiswa Fakultas Hukum, namun ada pula beberapa mahasiswa dari fakultas lain yang turut menghadiri diskusi ini. Kesemuanya tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Demikian adalah deskripsi materi diskusi yang diselenggarakan pada sore hari itu. (Lidia – Jurnalistik)

Poster turki