Rukun Syahadatain (Part 2)

Rukun Syahadatain

Rukun Syahadat muhammadur rasulullah

Syahadat ini juga mempunyai dua rukun, yaitu kalimat عبده (hamba-Nya) dan ورسوله (rasul-Nya). Dua rukunn ini menafikan ifrath (berlebih-lebihan) dan tarith (meremehkan) pada hak Rasulullah. Beliau adalah hamba dan rasul-Nya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini.

Al-abdu di sini artinya hamba yang menyembah. Maksudnya, beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Demikian pula berlaku atas beliau apa yang berlaku atas orang lain sebagaimana firman Allah:

 

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ

”Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu.’”

(Al-Kahf: 110).

 

Beliau telah memberikan hak ubudiyah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, dan karenanya Allah memujinya:

 

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖن

“Bukanlah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya?”

(Az-Zumar: 36)

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an).”

(Al-Kafh: 1).

 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

“Mahasuci Allah, yang telah menjalankan hamba-Nya pada suau malam dari Al-Masjid Al-Haram.”

(Al-Isra’: 1).

 

Adapun rasuul artinya orang yang diutus kepada seluruh manusia dengan misi dakwah kepada Allah sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan).

Persaksian untuk Rasulullah dengan dua sifat ini meniadakan ifrath dan tafrith pada hak beliau. Karena banyak orang yang mengaku umatnya lalu melebihkan haknya atau mengkultuskannya hingga mengangkatnya di atas martabatnya sebagai hamba hingga kepada martabat ibadah (penyembahan) untuknya selain dari Allah. Mereka beristighatsah (mnta pertolongan) kepada beliau, dari selain Allah. Juga meminta kepada beliau apa yang tidak sanggup melakukannya selain Allah seperti memenuhi hajat dan menghilangkan kesulitan. Tetapi di pihak lain sebagian orang mengingkari kerasulannya atau mengurangi haknya sehingga ia bergantung kepada pendapat-pendapat yang menyalahi ajarannya serta memaksakan diri dalam menakwilkan hadits-hadits dan hukum-hukumnya.

 

ke Part 1

Sumber:

Kitab “Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly” 

You may also like

One comment

Leave a comment