Catatan Satu Tahun Jokowi

Tepat satu tahun masa jabatan presiden Jokowi dan wapres JK pada tanggal 20 Oktober 2015 ini. Sebelumnya, pada awal bulan September tahun lalu diadakan sebuah pesta demokrasi terbesar sejagat raya yang dihelat di Indonesia untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden Negara ini. Jalannya kampanye keduanya berlangsung seru dan panas, berbagai acara debat digelar, semua masyarakat dari semua kalangan pun ikut-ikutan peduli dan saling debat dengan masyarakat lainnya untuk membela calon mana yang mereka jagokan. Akhirnya ssecara kontroversial dan gugat sana gugat sini, pasangan No urut 2 yakni Jokowi – JK yang diusung oleh kekuatan partai pemenang Pemilu dan kekuatan “lainnya” menang dengan angka yang cukup tipis atas pasangan lainnya yakni Prabowo – Hatta. Lalu pada tanggal 20 Oktober 2014, dilantiklah beliau setelah melalui proses yang panjang karena salah satu calonnya mengajukan keberatan terhadap keputusan KPU karena ditemukan banyak kejanggalan yang ada saat proses voting berlangsung. Pada hari itu, pelantikan keduanya disebut-sebut sebagai pergantian kekuasaan terdamai sepanjang sejarah Indonesia karena baik mantan presiden maupun lawannya di pemilu sama – sama menghadiri acara pelantikan tersebut

Sudah setahun sejak peristiwa bersejarah tersebut, Jokowi memegang kendali serta tampuk kekuasaan atas Negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia ini. Sulit memang mengatur negeri yang berpenduduk 250 juta lebih jiwa ini. Sangat tidak mungkin memang membuat sebuah perubahan hanya dalam satu tahun kepemimpinan dalam Negara yang sebetulnya juga punya konflik internal dibidang politik, itulah yang biasanya disebutkan oleh media-media pendukung Jokowi. Memang betul jika itu jadi salah satu kendala Jokowi untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju.

Satu tahun belakangan ini, hasil kerja Jokowi dan JK sangat belum memuaskan, mulai dari BBM yang harganya tidak stabil sampai dengan isu-isu pelemahan KPK. Ini bahkan diakui sendiri oleh banyak pendukungnya terdahulu. Hasil kerja Jokowi-JK belum signifikan, belum bisa dibilang sukses untuk masa jabatan 1 tahun. Tapi jika kita bandingkan dengan pemimpin top lain, banyak juga pemimpin dunia yang populer seperti Barak Obama dan David Cameroon yang memang kemudian mendapatkan popularitas yang rendah dari warganya selama 1 tahun pertama masa jabatan dan lalu mererka terbukti berhasil meraih kembali popularitasnya dari warga ( KOMPAS TV ). Tapi, itu juga tidak bisa kita pegang sebagai patokan dari keberhasilan keduanya karena lebih banyak lagi pemimpin lainnya yang tetap mendapatkan tingkat kepuasan yang tinggi dari warganya walaupun baru 1 tahun berkuasa.

Masalah tingkat kepuasan, Jokowi menurut survey Indobarometer mandapati tingkat kepuasan publik dengan angka 57,5 % pada awal masa pemerintahannya (TV ONE). Namun kemudian setelah 1 tahun tingkat kepuasan publik turun jadi 46 %. Hal ini bila dirinci lagi, kejatuhan yang paling jauh jaraknya adalah dibidang ekonomi yang sekarang hanya 41 %, hal tersebut diambil dari Survei Litbang Kompas ( METRO TV ). Dapat dikatakan Jokowi telah gagal dan nihil prestasi ditahun pertamanya namun masih ada kesempatan berubah menjadi lebih baik lagi.

Ada beberapa masalah yang kami rangkum mulai dari statement Jokowi sampai dengan kebijakan-kebijakannya. Ini dia :

a. Pernyataan kontroversial
Selama jadi presiden, Jokowi sering menyatakan kalimat kontroversial yang sebenarnya menurut kami tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai presiden. Diantaranya :

1. I Don’t Read what I Sign
Pernyataan ini dikeluarkan Jokowi pada saat membantah mengetahui apa-apa saat ditanya tentang jatah uang untuk para pejabat DPR dalam hal kepentingan mobil dinas yang ditandatanganinya sendiri. Beliau mengatakan ke media bahwa dia tidak membaca apa yang ditandatanganinya. Lalu pernyataan ini populer dimasyarakat setelah dikutip dari salah satu media cetak berbahasa Inggris di Jakarta, Jakarta Globe.

2. Bukan Urusan Saya.
Pernyataan ini dikeluarkan beliau pada saat ditanya tentang tewasnya demonstran asal Makassar saat unjuk rasa atas isu kenaikan harga BBM. Jokowi mengatakan itu urusan Polda, bukan urusan saya(sindo). Menurut analisis kami, Jokowi menganggap dirinya sebagai pekerja rakyat bukan pemimpin rakyat. Dalam hal ini pekerja adalah orang yang hanya mengerjakan apa-apa yang disuruh bosnya dan hanya dalam beberapa bidang saja. Sedangkan pemimpin rakyat, ia mengerjakan semua hal bersama rakyatnya. Jadi semua urusan yang ada dinegara ini menjadi urusan beliau.

b. Kebijakan Aneh
Lalu kemudian ada kebijakan-kebijaklan aneh yang dubuat oleh Jokowi yang sebenarnya sudah diketahui sebelumnya dampak atas kebijakan tersebut. Ini adalah beberapa diantaranya :

1. Penunjukan Calon Tunggal Kapolri
Pada saat menunjuk menteri, Jokowi meminta KPK untuk memeriksa setiap calon menteri tersebut apakah berpotensi menjadi tersangka KPK atau tidak. Salah satu dari calon menteri tersebut adalah Budi Gunawan. Ternyata Budi tak lolos tes yang digelar KPK atas perintah Jokowi.akhirnya Budi tidak mendapatkan kursi tersebut. Lalu kemudian ada pemilihan lain yaitu posisi Kapolri, pada pemilihan ini Jokowi mencalonkan kembali Budi Gunawan sebagai calon tunggal dan yang uniknya pencalonan ini tidak melibatkan KPK sebagai pemberi tes potensi korupsi. Inilah yang sampai sekarang masih dipertanyakan dari sikap inkonsistensi Presiden. Sebenarnya Jokowi pun terpaksa mencalonkan Budi karena diketahui beliau pun seorang yang dekat dengan Megawati Binti Soekarno yang menjadi bosnya Jokowi (source: tempo).

2. Harga BBM Naik Turun
BBM adalah kebutuhan pokok bagi manusia di Indonesia dan mungkin diseluruh dunia. Hal ini berarti jika ada masalah di BBM maka sangat besar implikasinya terhadap kehidupan manusia. Harga BBM juga menentukan semua harga barang yang ada, jadi jika harga BBM naik maka harga barang juga naik dan sebaliknya. Tapi, jika harga BBM itu sendiri naik turun atau labil ???. itulah yang sekarang yang terjadi. Tepat pukul 00.00 WIB, Sabtu 28 Maret 2015, pemerintah kembali menaikkan harga BBM. Harga BBM Premium untuk daerah penugasan Jawa Madura dan Bali (Jamali) naik menjadi Rp7.400 per liter atau mengalami kenaikan sebesar Rp500 per liter dibandingkan harga pada tanggal 1 Maret 2015 sebesar Rp6.900 per liter. Sedangkan untuk daerah penugasan di luar Jamali ditetapkan sebesar Rp7.300 per liter. Sedangkan solar bersubsidi naik dari Rp6.400 per liter menjadi Rp6.900 per liter(okezone). Harga BBM yang labil seperti ini membuat pedagang yang dagangannya bergantung pada harga BBM bingung menentukan harga dagangannya yang membuat orang pun enggan membeli, akibatnya pedagang merugi. Hal ini pasti telah disadari oleh Jokowi maupun Penasehatnya.

3. Pemblokiran Situs-Situs Islam
Ini dilakukan terkait ketakutan dan keresahan masyarakat atas berkembangangnya paham ISIS dan kelompok teroris lainnya di Indonesia. Tetapi, pemerintah memblokir situs yang salah dan yang sebenarnya situs tersebut membangun perkembangan dan kemajuan peradaban Indonesia dalam perspektif Islam. Kemudian atas kejadian ini, pemerintah dicap sebagai anti-Islam. Berikut adalah beberapa situs yang diblokir:
• Panjimas.com
• Thoriquna.com
• Dakwatuna.com
• Eramuslim.com
• Hidayatullah.com
• Muslimdaily.net

Sebenarnya jika dilihat dan membacanya lebih lanjut, isi dari situs-situs tadi kebanyakan mengkritik keras Jokowi dan pemerintahannya yang dianggap kurang harmonis hubungannya dengan kelompok Islam konservatif. Pemerintahan Jokowi juga tidak terlalu dekat dengan para ulama yang punya andil besar dalam pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Dan kita bisa simpulkan sekarang bahwa pemerintahan Jokowi anti-kritik.

c. Beberapa Janji Yang Belum Ditepati
Saat kampanye, seseorang pasti akan mengumbar janji-janji yang entah itu akan ditepati atau tidak yang penting janji. Janji dibuat unutk menarik hati masyarakat dan juga sebagai bahan promosi. Begitupula Jokowi saat kampanye, banyak janji yang telah dikemukakan oleh beliau. Tapi ternyata, seorang sekaliber Jokowi pun dapat dengan sangat mudah melupakan janjinya. Berikut ini adalah janji-janji yang diumbar Jokowi ke media yang belum ditepati : Mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan Mendirikan kantor HAMAS; Pertumbuhan Ekonomi Diatas 7%; Membeli kembali Indosat; Menghindar dari suruhan Megawati; Penguatan Bulog; Menjaga harga tetap murah; Membangun industri maritime; Pendirian bank petani; Menurunkan harga sembako; Menghentikan impor daging; Menyediakan fasilitas air bersih bagi seluruh masyarakat; Pembangunan infrastuktur yang lebih lengkap; Meningkatkan kualitas dan kuantitas raskin; Memperhatikan masalah outsourcing; Meningkatkan profesionalisme, menaikan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI, dan POLRI; Menciptakan 10 Juta selama 5 Tahun; Menciptakan lapangan kerja yang berbasis pada bidang pertanian, perikanan, dan manufaktur; Menaikkan gaji guru; Sekolah gratis; Mewujudkan pendidikan seluruh warganegara; Menghargai para ahli dari Indonesia agar tidak lari keluar negeri; Menyelesaikan kasus pelanggaraan HAM terdahulu; Penguatan KPK; Membenahi masalah Ibukota; Menangani kabut asap Riau; Mudah ditemui warga Papua; Meminimkan jumlah menteri; Menghindari bagi-bagi kursi menteri Source : (Makalah LEM UNPAR)

d. Peristiwa lainnya
Peristiwa lainnya ini berisi peristiwa atau kejadian-kejadian yang kontroversial. Seperti yang ada didalam ketiga kekuasaan yaitu lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif pada saat Orde Jokowi.

1. Legislatif
Dari awal terbentuknya, badan legislasi di Indonesia sudah terpecah belah atas 2 kekuatan koalisi yakni KMP maupun KIH. Pertama ada isu pembentukan RUU Pilkada yang ditentang hampir semua pihak dan akhirnya Jokowi mengeluarkan Perpu Pilkada. Lalu juga banyak korupsi-korupsi yang menjerat para wakil rakyat walaupun tidak begitu banyak. Yang terakhir yang menurut kami sangat-sangat disayangkan adalah wacana RUU KPK yang disinyalir sebagai cara sistematis untuk melemahkan KPK. Peraturan seperti umur KPK 12 tahun, KPK hanya menangani kasus diatas 50 M, sampai wacan pelemahan lainnya diajukan oleh Partai pengusung Jokowi yang harus ditaati setiap kadernya jika tidak ingin ditendang keluar.

2. Yudikatif
Awal mula jadi presiden, Jokowi membuat pernyataan yang sangat kontroversial. Penunjukan HM Prasetyo menjadi Ketua Jaksa Agung. Beliau yang sebelumnya “orang partai” yakni Nasdem yang notabene partai pengusung Jokowi. Banyak yang menganggap ini adalah ebuah janji politik. Banyak juga yang menganggap Prasetyo tidak akan adil dalam penuntutan yang meliatkan orang Nasdem maupun anggota KIH lainnya.

Lalu ternyata gebrakan dari Prasetyo muncul, yakni wacana penghukuman mati para terpidana mati. Akhirnya dengan keberanian tinggi dan melawan intervensi dari Negara Barat, Prasetyo langsung memerintahkan eksekusi mati setelah bertahun-tahun lamanya para napi tersebut mendekam di hotel prodeo.

3. Eksekutif
Dari ranah eksekutif, Jokowi telah memilih sendiri menteri-menterinya walaupun sudah bagi-bagi jatah sebelumnya. Secara mengejutkan, Susi Pudjiastuti yang berpendidikan hanya tamat SMP ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan. Cukup kontroversial memang mengingat Susi juga orang yang memang dianggap masyarakat sebagai orang yang tak mampu mengemban jabatan tersebut. Tapi kemudian keluarlah kebijakan pembakaran kapal asing yang menjarah hasil tangkapan di Indonesia. Banyak kapal yang dibakar dengan cara tidak etis yaitu dengan cara memperlihatkan kapalnya dibakar kepada para pemiliknya dan kapal tersebut merupakan kapal nelayan kecil biasa. Sedangkan beredar isu bahwa ada salahsatu kapal berbendera China yang menjarah hasil perikanan kita tanpa dikenai sanksi apa-apa, mungkin ini termasuk perjanjian Jokowi saat melawat ke China beberapa waktu lalu.

Lalu reshuffle terjadi pada segenap kementrian. Telah disurvei oleh CSIS bahwa 52,5 % masyarakat inginkan reshuffle karena tidak puas atas kinerja menteri-menteri ang ada. Salah satu menteri yang diganti adalah Rahmat Gobel ( Source: mendag ), padahal prestasinya sangat bagus seperti permendag yang mengatur larangan miras dijual di minimarket. Beliau digantikan oleh Thomas Lembong yang kemudian menghilangkan permendag tersebut karena alasan keterpurukan ekonomi, sungguh disayangkan. Kemudian ada Rizal Ramli yang menggantikan Indroyono Susilo yang memang kurang memuaskan, beliau dicopot Jokowi lewat telepon (Source: Liputan 6 News). Hari pertama Rizal Ramli langsung membuat gebrakan kontroversial dan berani seperti mempertanyakn rencana pembelian Pesawat oleh Garuda Indonesia dengan memakai pinjaman. Dan mempertanyakan rencana Kementerian ESDM berkaitan dengan pengadaan listrik 35 ribu megawatt. Dan kemudian mempertanyakan kontrak Freeport yang diperpanjang.( source: Liputan 6)

Melihat prestasi-prestasi Jokowi yang disajikan diatas, banyak orang yang pesimis kepada Jokowi akan mampu membawa Indonesia kegerbang kemajuan. Bahkan menurut survei IndoBarometer, satu tahun pemerintahan Jokowi-JK tingkat kepercayaan publik turun menjadi 46% ( Source: Tv One News). Bahkan ada wacana ingin mengkudeta beliau dari kursi kekuasaannya.

Nasi telah menjadi bubur, Jokowi sudah terpilih, bukan saatnya kita mengeluh lagi. Boleh kita pesimis tapi hendaknya kita ubahlah hal tersebut menjadi optimis. Kita bisa bersuara banyak demi Jokowi yang berubah menjadi lebih baik. Jangan sampai ada pengkudetaan, kita telah belajar dari Negara-negara di Timur Tengah yang beberqapa tahun belakangan terjadi kekacauan akibat kudeta sana kudeta sini. Susah mengembalikan kestabilan Negara setelah kudeta. Jadi mari berharap agar Jokowi dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan mayoritas masyarakatnya.

Jokowi sudah menjadi presiden. Jokowi sudah dilantik menjadi presiden dan dia tahu apa resiko jadi seorang no. 1 dinegara tirani ini. Hendaknya janji beliau kita kawal dengan sedemikian rupa sehingga janji Presiden akan terwujud tanpa adanya intervensi luar.

Departemen Pengkajian Wacana
Keluarga Muslim Fakultas Hukum UGM
Kahfi Adlan Hafiz
Angkatan 2014

 

Klil link di bawah ini untuk mendownload tulisan:

Catatan Satu Tahun Jokowi

 

Infografis1tahunjokowi2222 copyInfografis1tahunjokowi1111 copy

You may also like

Leave a comment