Muhasabah Cinta : Al-Quran Jalan Hidupku

al-qur'an

Al-Quran merupakan salah satu mukjizat yang diturunkan oleh Allah swt. ke rasul Muhammad SAW yang hingga saat ini kita gunakan sebagai pedoman hidup. Al-Quran selalu menjadi rujukan andalan untuk segala perihal kehidupan manusia, mulai dari masalah ketuhanan hingga kehidupan sosial. Ada banyak sekali keistimewaan yang dimilikinya. Para ilmuwan masa lampau memiliki kebiasaan untuk memahami sesuatu dari pengertiannya, dan jika diaplikasikan kepada Al-Quran akan memiliki beberapa ciri tersebut :

  • Merupakan kalamullah, dapat dilihan dari makna, pilihan kata, dan diksi-diksinya yang tiada bandingannya sebagai tanda benar-benar dari Allah. Sudah ada banyak sekali kasus di masa lampau di mana para pembawa ajaran sesat berusaha untuk membuat ayat-ayat yang dimaksudkan untuk menyamai gaya bahasa Al-Quran tanpa ada hasil yang mereka inginkan. Hal ini juga membuktikan bahwa Al-Quran bukan merupakan cultural product.
  • Al Munzzal, diturunkan kepada Rasul Muhammad SAW dan sifatnya kewahyuan nya masih melekat dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Al-Quran juga mempunyai keistimewaan lain; ‘mengkonfirmasi isi kitab-kitab sebelumnya sekaligus membantah’, menunjukkan bahwa Al-Quran menerapkan segala kebaikan yang telah diajarkan kepada umat manusia sebelumnya dan meng-upgrade nya untuk masa kini dan masa yang akan datang.
  • Diturunkan dengan perantara malaikat Jibril. Di dalam satu kesempatan rasulullah berbicara dengan Allah pada malam Isra Mi’raj, kalam-Nya tidak termasuk dalam Al-Quran.
  • Membacanya merupakan ibadah, bahkan mendengar orang yang membacanya pun akan mendapatkan pahala yang nilainya sama dengan orang yang membacanya.
  • Mukjiz; melampaui kemampuan manusia, terlihat dari tantangan dan peringatan yang sudah disebutkan di dalam Al-Quran. Bukti-bukti lain dapat dilihat pada keseimbangan jumlah kata layl >< nahar (malam >< siang), baik >< buruk, yaum (hari) yang berjumlah 360, yaumain yang berjumlah 30, dan ayyam yang berjumlah 12. Keseimbangan kata-kata ini menandakan keseimbangan jiwa seseorang, sehingga membacanya dapat membantu kita mencapai keadaan jiwa yang seimbang dan tenang sehingga juga membantu menjernihkan pikiran

Al-Quran juga tidak diturunkan secara semerta-merta. Semua disesuaikan dengan keadaan umat manusia pada masa jahiliyyah dan agar dapat lebih mudah untuk diterima. Pada fase pertama (makkiyyah), ayat-ayat yang diturunkan lebih banyak menyangkut soal Allah dan Aqidah ketimbang aturan-aturan syariah. Hal ini pun diturunkan dengan prinsip tadarruj atau kebertahapan juga, seperti yang terjadi soal pelarangan khamr. Pada fase kedua (madaniyyah) ayat-ayat yang diturunkan banyak menyangkut tentang ibadah, menuntut ilmu, ekonomi, politik, dan hal muamalat serta syariah lainnya. Al-Quran berisi juga tentang ramalan kerusakan umat yang berhubungan erat dengan Al-Quran; menyia-nyiakan Al-Quran dengan tidak membacanya, tidak mendengarnya, tidak mengamalkannya, tidak merenunginya, tidak mau mncari obat darinya, dan hal yang terpenting bagi para mahasiswa hukum adalah meninggalkan proses pengambilan hukum dari Al-Quran.
Hal ini merupakan hal yang amat sangat miris dan patut kita takuti mengingat betapa pentingnya kitab suci tersebut dalam hidup kita. Kemungkinan terjadi nya hal tersebut selalu ada dan lambat laun akan terjadi, tetapi kita dapat berusaha untuk mencegah atau paling tidak memperlambatya, dengan melakukan hal-hal berikut :

  1. Belajar membaca Al-Quran, lalu memperbaikinya dengan tahsin, serta lebih baik lagi ditambah dengan sanadnya/
  1. Mempunyai wiridnya / amalan sunnah yang khas. Para ulama pada masa lampau berkata; semakin serius kita mempelajari suatu ilmu, jangan sekali-sekali meninggalkan Al-Quran, karena Al-Quran justru akan melipatgandakan ilmu tersebut untuk kita. Dengan adanya wirid khusus tersebut, akan sangat membantu melipatgandakan dan membiasakan kita untuk selalu menyertakan Al-Quran dalam perjalanan penuntutan ilmu kita.
  1. Setelah kedua hal tersebut tercapai, maka beranjaklah lebih lanjut; pahami maksud dari ayat-ayatnya. Selalu ada asbabun nuzul, sejarah, pesan, cerita, dan hal lain yang dapat kita ambil pelajarannya dari setiap ayat yang diturunkan kepada Rasulullah SAW.
  2. AL-Quran berisi perintah-perintah dan larangan-larangan yang ditujukan untuk kemaslahatan manusia, sehingga pengamalannya akan sangat bermanfaat bagi hidup kita. Untuk membantu mengamalkannya, kita dapat juga membuka kitab-kitab hadist dan mengamalkannya.
  3. Mencari inspirasi dari Al-Quran dengan merenunginya. Sang Pencipta alam semesta tentu mempunyai kehebatan yang tak terhingga, maka gunakanlah kalam-Nya sebagai bahan renungan yang kelak dapat memberi kita inspirasi dalam menjalani hidup dan perjuangan menuntut ilmu.
  4. Jika sudah merasa memiliki dasar yang kuat, maka coba untuk mem-breakdown key concept yang ada di dalam Al-Quran. Hal ini merupakan level yang sangat tinggi dari pemahaman Al-Quran dan membutuhkan dasar ilmu yang sangat kuat, tetapi memahami sesuatu dengan menggolongkan konsep-konsep dasarnya merupakan hal yang sangat bermanfaat.
  5. Mulai menggunakan Al-Quran pada penyembuh, baik fisik maupun rohani.
  6. Menggunakan hukum atau proses pengambilan hukum yang ada di Al-Quran. Sebagai mahasiswa hukum, hal ini tentu saja tidak dapat kita lupakan. Kita dapat mulai dengan mempelajarinya di mata kuliah hukum Islam. Akan tetapi kelak janganlah kita melupakan hukum Allah tersebut dan berusaha untuk selalu menegakkan hukum yang telah disebutkan di dalam Al-Quran karena hukum Allah merupakan hukum yang sangat adil, fleksibel sekaligus tegas dan ditujukan untuk ketertiban hidup umat manusia.

You may also like

Leave a comment