Ku Tunggu Janjimu

Kantinjus, 24 April 2015

kantinjus

 

Sebagai seorang muslim, maka satu hal yang pasti adalah kita telah bersyahadat. Syahadat sejatinya adalah ikrar, bentuk perjanjian kita dengan Allah untuk menaati Allah dan menjauhi apa yang Ia larang. Teman-teman pasti sudah sangat familiar dengan ayat ini

“ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ”

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. “

Yap, Az-Dzariyat ayat 56. Allah mengatakan bahwa Ia menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya karena memang tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah. Dalam sebuah hadist, Rasulullah mengatakan bahwa sesungguhnya setiap manusia lahir dalam keadaan Islam, yang menjadikannya nasrani, yahudi, atau majusi adalah orang tuanya. Sebagian besar dari kita mungkin terlahir dan dibesarkan di keluarga muslim, sehingga seringkali kita mungkin merasa “biasa saja” dengan kalimat yang selalu kita ikrarkan setiap tasyahud dalam sholat. Padahal, bentuk kita membaca syahadat sebagai ikrar dan persaksian kita bahwa hanya Allah lah ilah yang berhak disembah tidaklah ringan. Kita harus memaknai syahadat kita, juga harus merenungi, apa yang harus kita lakukan setelahnya. Inilah yang disebut dengan komitmen kita sebagai seorang muslim. Komitmen adalah kesepakatan, janji. Maka bila sebuah komitmen diingkari, teman-teman tentu tahu apa akibatnya smile emotikon

Dalam berislam ini, tentu sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menggali dan memperdalam ilmunya. Setelah kita memahamkan diri dengan islam, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan .

  1. Mengislamkan akidah kita. Segala hal hanya kita gantungkan pada Allah. Jika selembar daun jatuh dengan takdir Allah, maka segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, yakinkanlah bahwa itu merupakan ketetapanNya dan hanya kepadaNya kita berserah diri. sedetik pun hidup kita tidak boleh tidak kita niatkan melainkan hanya untuk ibadah.
    2. Mengislamkan akhlak. Kita sudah paham akan Rasulullah. Bunda Aisyah menyebutkan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Quran. Ia adalah teladan terbaik. Jika parfum ada yang asli dan kw, maka dekatkanlah diri kita untuk menjadi parfum yang asli, yang benar-benar mencontoh perilaku dan akhlak Rasulullah.
    3. Mengislamkan keluarga. Selalu berbagi nasihat, cerita yang indah, islami dan menenangkan dengan orang-orang terdekat.
    4. Yakin bahwa masa depan milik Islam, bukan milik yang lain. Ini adalah salah satu konsekuensi kita sebagai muslim, meyakini bahwa kita adalah umat terbaik, sehingga masa depan adalah milik kita, umat Islam.

Jika ke empat hal itu sudah tertanam, maka langkah yang harus kita jalani sepanjang hayat kita adalah menyeru kepada kebaikan. Menebarkan nilai-nilai Islam kepada semua. Manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang saling menasihati. Dimana pun teman-teman berada, proses menebar kebaikan ini harus selalu dilakukan. Itulah mengapa, hal ini membutuhkan komitmen, karena ia adalah serangkain proses yang harus dijalani dengan istiqomah. Jika kita berhanti, bagaimana keyakinan kita akan kejayaan Islam akan terbukti?

Ingatlah, sejatinya semua makhluk menunggu janji kita kepada Allah, untuk menegakkan kalimatNya, untuk berlomba dalam kebaikan, dan untuk bersama-sama membawa Islam kembali kepada masa emasnya. Jangan tunggu yang lain, jangan tunggu nanti, mari kita mulai dari diri sendiri, sekarang juga J

You may also like

Leave a comment