Mengenal Syiah dan Sunni

Jumat, 27 Februari 2015

kantinjus1

Pada kepengurusan kabinet Fii Sabilil Haq, Kantinjus (Kajian Rutin Jumat Siang) yang diadakan oleh Departemen Keputrian KMFH kembali hadir. Kantinjus yang bertemakan “Mengenal Syiah dan Sunni” diadakan di Mushola Fakultas Hukum UGM dan dimulai sekitar pukul 12.00. Acara yang dimoderatori oleh Ade menghadirkan Mbak Iim, seorang mahasiswa FTP angkatan 2010, sebagai pemateri. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Milana, Mbak Iim pun mulai menyampaikan materi.

Syiah dan Sunni adalah dua golongan besar dalam Islam. Adapun perbedaan di antara keduanya ialah:

1. Perbedaan yang paling mendasar dari Syiah dengan Sunni ialah Syiah sangat mengagungkan Ali bin Abi Thalib. Syiah lahir ketika Ustman bin Affan meninggal dunia sementara beliau belum sempat menunjuk khalifah selanjutnya. Kemudian terjadilah perseturuan penentuan khalifah yang mengakibatkan timbulnya beberapa golongan. Syiah merupakan salah satu dari golongan tersebut.

2. Golongan Syiah tidak menyukai Aisyah. Mereka menganggap Aisyah sebagai orang yang fasik dan hina. Dalam suatu riwayat, Aisyah dikatakan sebagai pelacur.

3. Al-Qur’an oleh Syiah dianggap tidak benar karena tidak menyebutkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Selain itu, surah Al-Ikhlas diganti menjadi surah Al-Assad
surah al ikhlas diubah
(gambar diambil dari www.bringislam.web.id)

4. Mengkafirkan umat Islam yang bukan golongan Syiah. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa mereka berhak membunuh orang Islam yang bukan Syiah.

5. Memperbolehkan nikah mut’ah (nikah kontrak). Perbuatan ini oleh Syiah dianggap sebagai ibadah. Ada suatu kasus dimana seorang perempuan Syiah mengidap penyakit kelamin. Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata perempuan tersebut melakukan nikah mut’ah dan menganggapnya sebagai ibadah.

6. Meratapi kematian Hasan dan Husein (cucu Nabi Muhammah saw). Pada hari karbala, golongan Syiah merayakannya dengan melukai diri mereka sebagai aksi simpati kepada Hasan dan Husein.

Adapun golongan Syiah ini paling banyak terdapat di Iran. Demikianlah materi yang disampaikan Mbak Iim. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang membacanya.

You may also like

Leave a comment