Jatuh Cinta dan Manajemen Perasaaan

Cinta; hal yang paling sering ada di pikiran kita. Hampir semua hal kita atas namakan cinta. Cinta yang begini, cinta yang begitu. Apa sih cinta itu? Terus kalau kita jatuh cinta, kita harus gimana? Terkadang kita banyak bicara cinta, mengaku-ngaku jatuh cinta, tanpa tahu apa yang kita bicarakan. Nah, siang ini (18/10), KANTINJUS di Mushola Baitul Hakim FH UGM sedang membahas soal cinta. Pembicaranya Mbak Ardhiyani, mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2010.

Sebenarnya, apa itu cinta? Menurut Mbak Ardiyani, setiap orang memiliki definisi sendiri tentang cinta. Cinta itu tidak dapat didefinisikan dengan kata, karena cinta itu hanya dirasa oleh hati. Cinta sendiri ada tiga macamnya. Yuk, kita bahas satu-satu!

1. Cinta karena nafsu
Cinta yang didasari oleh nafsu tidak pernah menuju pada kebaikan, meskipun melalui cara-cara yang baik. Contohnya; pacaran. Walaupun pacaran dengan cara-cara seperti belajar bareng atau apapun, tapi tetap saja pacaran tidak baik.

2. Cinta karena akal
Ciri-ciri cinta yang satu ini adalah membuat tertarik pada kebaikan tapi tidak membuat kita berbuat baik. Misalnya, kita diingatkan untuk shalat oleh seseorang yang kita sukai. Kita akan tertarik untuk shalat, tapi lihat dulu niatnya deh. Kita shalat karena ingin beribadah kepada Allah atau karena diingatkan seseorang yang membuat kita jatuh cinta?

3. Cinta karena hati
Nah, cinta yang ini nih yang paling bener. Perasaan cinta yang satu ini membuat kita selalu ingin yang terbaik untuk orang yang kita cinta. Cinta yang paling tulus, tanpa ada pretensi. Contoh yang paling nyata adalah cinta seorang ibu terhadap anaknya. Meski sekarang banyak sekali kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya, tapi di hati kecil seorang ibu pasti ada rasa ingin melindungi anaknya.

Sekarang ini banyak sekali orang yang bingung tentang cinta, meski mereka mengaku paham dengan cinta. Hanya segelintir orang yang paham bagaimana mengelola cinta. Sebenarnya, jatuh cinta itu tidak dilarang kok. Mencintai orang lain juga tidak dilarang. Justru jika cinta tidak bisa datang, harus dipertanyakan hatinya sekeras apa sih? Namun ketidakpahaman orang tentang cinta dan cara mengelola cinta itulah yang membuat jatuh cinta seolah-olah dilarang.

Sebenarnya kita memiliki teladan dalam problematika cinta. Sebut saja kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Ali adalah pemuda miskin yang tidak mempunyai apa-apa. Sedangkan Fatimah Az Zahra adalah putri Rasulullah saw. Ali mencintai Fatimah sejak Fatimah masih kecil. Namun Ali tidak memiliki keberanian untuk melamar Fatimah, apalagi ada beberapa sahabat Rasulullah saw melamar Fatimah. Jodoh tidak kemana. Semua lamaran dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan ditolak semua. Ketika Ali memberanikan diri untuk melamar Fatimah, lamaran Ali lah yang diterima.

Cinta itu pengorbanan danĀ  mengambil kesempatan yang ada. Itulah cinta Ali kepada Fatimah.
Orang yang sedang jatuh cinta itu berbahaya, karena ia memiliki energi yang sangat besar. Jika ia tidak tahu bagaimana mengelolanya, maka ia akan benar-benar terjatuh tanpa cinta. Ada sebuah kisah tentang kekuatan orang yang jatuh cinta. Seorang ulama Mesir pernah jatuh cinta dengan seorang wanita. Namun sayangnya wanita itu telah memiliki suami. Ulama tersebut melampiaskan perasaannya dengan cara menulis sebuah buku dalam semalam. Dan pagi harinya, buku itu jadi. Betapa besar energi orang yang sedang jatuh cinta, bukan?

Ketika kita sedang jatuh cinta, nikmatilah perasaan itu tapi jangan dirawat. Teruslah berusaha menjaga agar cinta tetap ada tanpa memperburuk ibadah kita.

Nah, Mbak Ardiyani memberikan beberapa tips untuk orang yang sedang jatuh cinta. Simak ya!

1. Salurkan cinta dengan cara yang kita suka
Setiap orang pasti memiliki hobi, salurkan perasaan cinta kita yang sedang menggebu itu dengan melakukan hobi. Tujuannya agar kita tidak terlalu posesif dan agresif terhadap orang yang kita cinta. Bagaimanapun, jatuh cinta ada tata kramanya.

2. Jangan mengindari orang yang kita cintai
Menghindar adalah sifat pengecut. Jika kita menghindari orang yang kita cinta dan kita berhasil melupakan perasaan kita, kemudian suatu saat kita bertemu dengan orang itu lagi, akan tumbuh perasaan baru yang energinya lebih besar.

3. Jangan reaktif
Seseorang yang sedang jatuh cinta adalah orang paling reaktif dan sensitif sedunia. Cuma disapa, rasanya seperti dipuja-puja. Kayak kita orang yang satu-satunya disapa aja. Ditanyain kabar, rasanya menjadi orang yang paling diperhatikan. Padahal dia menanyakan kabar ke semua orang.

4. Buatlah jarak, tapi jangan memutus komunikasi
Bagaimanapun memutus silaturahim itu tidak dibenarkan. Jaga komunikasi dengan baik.
Jatuh cinta tidak salah, tapi jangan diekspresikan dengan cara yang salah. Tidak usah menggebu-gebu, karena jodoh kita bukan sandal yang akan tertukar dengan milik orang lain.

Jangan memaksa seseorang yang sedang jatuh cinta untuk menghapus bersih semua perasaannya. Terimalah, karena dengan mengikhlaskan semuanya akan terasa lebih mudah. Jagalah perasaan cinta yang sedang kita miliki sekarang. Jangan sampai perasaan kita sekarang melukai perasaan seseorang-di-masa-depan kita nanti. Yakinlah bahwa sebuah perasaan adalah fitrah dan bukan sesuatu yang hina.

(KANTINJUS 18 Oktober 2013)

You may also like

Leave a comment