Tawazun, Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Jumat,  11 Oktober 2013

 

 

DSC_0513

Tawazun, Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Departemen Keputrian KMFH UGM seperti biasa di hari Jumat tidak absen untuk mengadakan Kantinjus. Kajian rutin Jumat siang ini diikuti oleh para akhwat dengan antusias. Hal ini terlihat dari akhwat yang berkumpul kurang lebih ada 25 orang. Bertempat di Mushalla Baitul Hakim, dan dimoderatori oleh Maya, Kantinjus kali ini mengangkat tema Tawazun: manajemen diri dan hati yang disampaikan oleh Mbak Raisatun Nisa, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Farmasi UGM angkatan 2010.

Tawazun menurut bahasa berarti keseimbangan. Dapat kita maknai keseimbangan mengejar kepentingan dunia dan akhirat. Dalam Al-Quran surat Al-Mulk ayat 3 Allah SWT. berfirman:

a003

 

Artinya, 67:3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Mbak Raisatun Nisa memulai kajian hari ini dengan membaca dan memaknai Surat Al-Mulk ayat 3 bahwa sudah menjadi fitrah manusia untuk seimbang. Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dengan seimbang, dan tidak ada ciptaan-Nya yang tidak seimbang. Tugas kita sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT adalah menyeimbangkan segala aspek yang telah diberikan Allah SWT.  Seperti tiga aspek penting kehidupan yang telah dianugerahkan Allah SWT pada kita yaitu aspek jasmani, aspek akal dan aspek rohani.

Manusia telah dianugerahi jasmani yang luar biasa oleh Allah SWT. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mensyukuri nikmat Allah yang satu ini, karena dengan tubuh yang kita miliki ini kita dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik. Lalu, bagaimana cara kita mensyukurinya? Tentu saja dengan merawat tubuh kita dengan baik, khususnya sebagai seorang muslimah yang nantinya akan menjadi seorang ibu bagi penerus Islam di masa depan. Selain itu juga membawa tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat saja. Mbak Raisatun Nisa juga menekankan pentingnya untuk menjaga makanan yang kita konsumsi agar selalu yang halal. Hal ini karena, sekali saja kita kemasukan makanan yang haram maka bekasnya tidak akan hilang sampai kita mati . Tidak inginkan hidup kita terbayangi oleh dosa karena hal tersebut. Tidak ingin juga kan Jalan kita menuju surga terhalang hanya karena makanan haram yang barang sekali saja kita makan, Nauzu billahi min zalik. Maka itu berhati-hatilah saat memilih makanan yang kita makan. Selain makanan, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur juga perlu supaya tubuh kita senantiasa sehat.

Setelah jasmani, aspek yang harus kita seimbangkan dalam hidup adalah aspek akal. Dalam hal ini akal kita sebaiknya kita selalu pergunakan untuk menambah pengetahuan dengan berlajar berbagai macam ilmu. Sesungguhnya ilmu Allah sangatlah luas, segala aspek dalam kehidupan pasti memiliki ilmu. Allah SWT. berfirman dalam surat Al-Kahfi ayat 109;

al-kahfi

18:109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimatTuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Sudah menjadi tradisi umat Islam untuk selalu menimba berbagai macam ilmu. Apalagi kita para muslimah, haruslah menjadi muslimah yang cerdas dan kaya ilmu. Sejarah, bahkan telah membuktikan ketika Islam menjadi yang terdepan dalam ilmu pengetahuan, berhasil menemukan berbagai macam hal ketika Eropa masih tenggelam dalam Era Kegelapan. Al Quran adalah sumber dari segala ilmu, tidak hanya ilmu agama namun didalamnya terkandung pula dasar-dasar Ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi muda umat Islam janganlah malas untuk mengkaji Al Quran dan menemukan fakta-fakta baru yang bisa bermanfaat untuk kehidupan. Dan tidak sungkan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang sudah ada agar sebagai muslim atau muslimah kita tidak ketinggalan perkembangan zaman.

Dalam aspek rohani, Mbak Raisatun Nisa menyampaikan beberapa hadits mengenai pentingnya menjaga kebersihan hati (Qalbu). Hadits pertama yang disampaikan Mbak Raisatun Nisa adalah hadits riwayat Ibnu Majah yaitu;

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.” Kemudian mereka para sahabat berkata, mengenai jujur atau benar lisannya, kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Beliau menjawab, “Yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih, yang tidak terdapat dosa pada dirinya, tidak dholim, tidak iri, dan juga tidak dengki.”HR. Ibnu Majah 4216 dan Ibnu ‘Asakir (17/29/2).

Selain hadits tersebut, Mbak Raisatun Nisa juga menyampaikan hadits lain yaitu;

Dalam shahîh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabî SAW bersabda:”Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati.” (Muttafaqun `Alaihi, dari Nu`man bin Basyîr).

Dari kedua hadits tersebut kita dapat menarik kesimpulan yaitu penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dan keikhlasan hati dalam kehidupan kita. Menjadi manusia yang selalu memaafkan, tidak mendendam, ikhlas, dan bertaqwa pada Allah. Niscaya Surga telah menunggu kita di akhirat nanti.

Dengan menyeimbangkan ketiga aspek (Jasmani, Akal dan Rohani) dalam kehidupan kita dan  selalu mengingat Allah dalam segala kesempatan. Insya Allah kita akan selalu merasa tentram, damai, dan di berkahi olehNya baik di dunia maupun ketika Dia telah mengambil kita untuk kembali ke sisiNya, aamiin ya rabbal alamiin.

Laras Putri, Sofia Rahmawati

You may also like

Leave a comment