Kunjungan ke Panti Asuhan Gotong Royong

Jumat, 9 November 2012, KMFH mengunjungi sebuah panti asuhan bayi bernama Panti Asuhan Gotong Royong yang berlokasi di Bantul. Kami memulai perjalanan menuju panti tersebut ba’da ashar, dengan beramai-ramai mengendarai sepeda motor.

Memasuki daerah Bantul, kami disambut oleh hamparan padi yang hijau. Lokasi panti tersebut memang tidak berada di pinggir jalan raya, tetapi sedikit masuk melewati jalan kecil. Berada di tengah desa diantara sawah-sawah, panti asuhan ini tidak menimbulkan kesan mengerikan dan senyap, tetapi justru damai.

Perjalanan yang cukup panjang terbayar ketika kami tiba. Sesampainya kami di sana, baru beberapa langkah memasuki ruang, kami langsung disambut 3 orang anak kecil yang berlarian menyambut kedatangan kami. Sembari tersenyum, mereka menengadahkan tangan, meminta digendong. Lucu sekali, mereka mudah akrab. Maka sore itu, pemandangan terlihat mengharukan ketika setiap anak KMFH menggendong satu bayi di panti tersebut, ketika adik bayi yang menangis menjadi diam begitu digendong dan dipeluk.

Sembari bermain dengan adik bayi, kami bercakap-cakap dengan perawat bayi di panti ini. Menurut keterangan beliau, ada sekitar 20 bayi di panti asuhan ini. Semula ada lebih banyak. Namun, beberapa diantara mereka telah diadopsi beberapa hari terakhir. Adik-adik bayi ini ada yang ditemukan hanyut di sungai, ditemukan di tempat sampah, ataupun diletakkan di depan panti begitu saja. Ada juga yang sengaja dicari oleh pihak panti untuk dirawat. Usia termuda anak penghuni panti ini adalah 2 bulan dan yang tertua sudah kelas 3 SD. Anak inilah yang ditemukan pertama kali oleh pihak panti hanyut di sungai.

Mereka, ibu-ibu yang merawat anak panti ini, dengan sabar mendidik dan membesarkan mereka selayaknya anak kandung sendiri. Mereka terlihat begitu sabar ketika menyuapi adik-adik yang tak mau duduk diam, makan sambil berlarian ke sana kemari. Kami juga sempat berkenalan dengan Laura cs. dari UNY yang saat itu sedang berusaha menenangkan adik yang rewel. Mereka telah beberapa kali berkunjung ke panti tersebut.

Beberapa saat di sana, kami berkeliling menjelajahi ruang, mengamati panti tersebut. Bersih sekali tempatnya. Ternyata bangunan ini adalah bangunan baru, tadinya tidak sebaik sekarang. Di masa lalu, ujar ibu pengurus panti, kondisi gedung dan kebersihan panti amat memprihatinkan. Kini, di gedung baru, kondisinya sudah amat jauh lebih baik.

Panti Asuhan Gotong Royong ini cenderung bersih. Namun, yang disayangkan adalah, kesehatan adik-adik bayi tersebut kurang. Miris rasanya melihat kepala mereka dipenuhi bisul. Nazwa, salah satu bayi yang saat itu sedang demam tinggi, terlihat begitu kesakitan. Beberapa waktu lalu ada bayi yang meninggal karena sakit. Semoga kedepannya adik-adik lucu ini diurus dengan lebih baik lagi.

Semua adik kecil itu harus berbagi kasih sayang, makanan, minuman, semuanya sejak bayi. Anak sekecil itu sudah harus berjuang hidup semenjak kecil, sendiri, tanpa orang tua. Kurangnya kasih sayang yang mereka dapatkan menyebabkan mereka terkadang bertingkah nakal.

Subhanallah, dibalik kisah hidup yang harus mereka jalani sejak bayi, mereka tetap dapat tersenyum. Itu yang membuat kami semakin terharu. Semoga adik-adik ini suatu saat diadopsi oleh keluarga yang baik, sehingga bisa mendapatkan kasih sayang yang belum ia peroleh dari orang tua kandung mereka, serta tumbuh menjadi anak yang soleh/solehah.

…dan semoga mereka dapat terus tersenyum seperti saat ini.

*Reporter:

(/fitri) Jurnalistik KMFH

You may also like

2 comments

  • hinata December 18, 2012   Reply →

    alamat’y mana tu?? kirim ke email ya foto alamat biar tidak nyasar.
    mau berkunjung jga nie

  • DINI February 26, 2013   Reply →

    mbak minta ancer2 jalannya dong…. saya belum tahu yg alamat baru…. thks mbak :)

Leave a comment