KELUARGA MUSLIM FAKULTAS HUKUM

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (Al Imran : 104). More »

BINA KADERISASI ISLAM

Sebuah silaturahmi, ukhuwah, keluarga besar yang tidak akan pernah berakhir -Keluarga Muslim Fakultas Hukum UGM- More »

TPA DI DESA BINAAN

TPA Al-Himmah Desa Binaan KMFH -Jojoran Kulon, Bantul- Merupakan salah satu ikhtiar KMFH dalam menyiarkan dakwah kepada masyarakat. More »

 

Wajah Baru Mushola Baitul Hakim

Dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para jamaah, KMFH mengadakan acara bersih-bersih mushola. Tidak hanya sekedar membersihkan tetapi KMFH juga melakukan penataan ulang. Ingin tahu lebih lanjut bagaimana wajah baru Mushola Baitul Hakim? Klik link di bawah ini:

Wajah Baru Mushola Baitul Hakim_2

Psikologi Islam

Jumat, 27 Maret 2015

PSIKOLOGI ISLAM

Mushola Baitul Hakim FH UGM, Yogyakarta

kantinjus 27 maret 2015

Apakah anda mengenali diri anda? Pertanyaan yang mudah tetapi tak banyak orang yang dapat menjawabnya dengan tegas. Kantinjus mengajak para muslimah untuk mengenali pribadi masing-masing dengan mengangkat tema Psikologi Islam. Setelah pembacaan tilawah oleh Milana, Mbak Dita (mahasiswa psikologi angkatan 2012) mulai menyampaikan materi.

Manusia tidak akan pernah lepas dari psikologi. Sebab Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan cara berpikirnya. Seiring dengan berkembangya jaman, Psikologi tidak hanya melihat pada satu individu tetapi sudah masuk ke ranah keilmuan. Banyak umat muslim yang mengacu pada Psikologi Barat padahal Islam pun juga mempelajari Psikologi. Buktinya adalah terdapatnya Rumat Sakit Jiwa di Iran sebelum masa Renaissance. Lalu kemanakah psikologi islam itu? Mereka menghilang begitu saja dan hanya berada di lingkungan mereka. Kondisi ini menjadi hal yang mengkhawatirkan karena ada perbedaan antara psikologi barat dengan psikologi Islam. Berbeda dengan psikologi barat yang hanya berfokus pada keduniaan (fisik), psikologi islam selain mempelajari fisik juga mempelajari ruh dan Tuhan. Hal inilah yang menjadikan banyak orang yang sakit di Barat karena mereka hanya belajar mengenai fisik. Sementara psikologi islam mengajari kita tentang kesabaran dan keikhlasan yang menjadi penawar racun jiwa. Saat ini orang-orang Barat mulai menyadari bahwa ada sesuatu di luar manusia, yaitu Tuhan.

Sabda Rasululah SAW: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”. Mengapa demikian? Sebagai manusia tentu kita tidak dapat mengendalikan semua hal. Meskipun banyak penemuan-penemuan canggih di era modern ini yang membuat manusia menjadi sombong. Namun ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia seperti detak jantung. Penting sekali bagi setiap individu untuk dapat mengenali diri mereka.

Ketika seorang manusia menemukan dirinya maka ia akan menemukan bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan ha-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Dengan begitu, kita akan menyadari keberadaan Tuhan dan kita bukanlah pemilik sejati raga ini. Orang-orang yang tidak bisa menemukan siapa dirinya maka ia tidak mempunyai pegangan dan hanya akan terbawa arus. Mereka tidak dapat menyelesaikan masalah yang muncul di lingkungan mereka sehingga mengakibatkan stress. Pada tahap yang sangat parah seseorang yang tidak mengenali diri mereka dapat melakukan tindakan kriminal bahkan dapat menjadi gila.

Johari Window membagi keterbukaan seseorang menjadi empat kelompok, yakni:
1. Open, mengambarkan diri seseorang yang diketahui olehnya dan juga orang lain.
2. Hidden, dimana seseorang itu sendiri yang tahu akan dirinya sementara orang lain tidak.
3. Blind, suatu kondisi saat seseorang tidak tahu dirinya tetapi orang lain tahu.
4. Unknown, baik pribadi itu sendiri maupun orang lain tidak tahu.

johari-window

Jadi, marilah kita mulai mengenali diri kita masing-masing. Awali dengan pertanyaan yang sangat sederhana: Siapa diri kita? Tentu saja pertanyaan ini tidak selesai hanya dengan menjawab saya Islam. Sebagai penutup, Mbak Dita menambahkan bahwa diri manusia ibarat sebuah bumerang. Tanpa mengenali diri maka bumerang itu bisa saja menyerang diri kita sendiri. Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman diri oleh masing-masing individu agar mereka dapat mengontrol bumerang tersebut.

Jalan Panjang Jilbab Polwan

Sebagai seorang wanita kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk menutup aurat kita. Namun banyak wanita yang tidak menutup aurat mereka karena berbagai hal. Salah satunya ialah karena tuntutan pekerjaan. Kali ini, Departemen Pengkajian dan Wacana (DPW) mengangkat tema “Jalan Panjang Jilbab Polwan”. Dimana Polwan merupakan salah satu profesi pekerjaan yang dipenuhi lika-liku perjuangan hingga akhirnya mereka diijinkan memakai jilbab.

Jalan Panjang Jilbab Polwan

Jalan Panjang Jilbab Polwan (27 Maret 2015)

Kriminalisasi Menjadi-jadi

SELIDIK1selidik1

Pentingnya Membaca Al-Qur’an

al-qur'an

Kantinjus yang diadakan di mushola FH pada Jumat, 6 Maret 2015 kali ini mengangkat tema “Mengapa sih Kita Harus Membaca Al-Qur’an?”. Pemateri yang didatangkan ialah Mbak Mita, seorang mahasiswa manajemen angkatan 2010. Dibuka dengan game tebak hati, Mbak Mita pun memulai kajian.

Kematian adalah hal yang akan dialami oleh setiap mahluk hidup. Begitu banyak amalan ibadah yang dilakukan manusia agar mereka mendapatkan kehidupan terbaik setelah kematian. Namun tahukah kalian bahwa ada amalan yang mudah dilakukan untuk masuk ke surga-Nya? Jawabannya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

1. Membaca Al-Qur’an dapat memberikan sepuluh kebaikan.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca 1 huruf dari Al Qur’an, maka baginya 1 kebaikan. dan 1 kebaikan dilipat-gandakan 10x lipat. aku tidak mengatakan alif lam miim itu satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi 2910)

2. Al-Qur’an merupakan pedoman segala permasalahan di dunia. Oleh karena itu, dengan membaca Al-Qur’an kita dapat merasakan ketentraman.

3. Al-Qur’an memberikan syafaat pada hari akhir.
Rasulullah SAW bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804).

4. Membaca Al-Qur’an dapat menjadi bakti terbaik kita kepada orang tua.
ثم يكسا أبواه إن كانا مسلمين حلة خيراً من الدنيا وما فيها، فيقولان: أنى لنا هذا وما بلغت أعمالنا؟! فيقال: إن ولدكما يقرأ القرآن

“Kemudian kedua orang tuanya, dipakaikan dengan pakaian yang lebih indah daripada dunia dan seisinya.” Kedua orang tuanya berkata,”Apa yang menyebabkan kami mendapatkan hal ini ? Kemudian dikatakan kepada keduanya,”Karena anak kalian berdua membaca Al-Qur’an.”

Adapun cara berinteraksi dengan Al-Qur’an yaitu dengan membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkannya. Selain itu, perlu diperhatikan juga adab-adab membaca Al-Qur’an:
a. Ikhlas;
b. Suci;
c. Menghadap kiblat;
d. Menutup aurat;
e. Diawali dgn ta’awudz.

Mengenal Syiah dan Sunni

Jumat, 27 Februari 2015

kantinjus1

Pada kepengurusan kabinet Fii Sabilil Haq, Kantinjus (Kajian Rutin Jumat Siang) yang diadakan oleh Departemen Keputrian KMFH kembali hadir. Kantinjus yang bertemakan “Mengenal Syiah dan Sunni” diadakan di Mushola Fakultas Hukum UGM dan dimulai sekitar pukul 12.00. Acara yang dimoderatori oleh Ade menghadirkan Mbak Iim, seorang mahasiswa FTP angkatan 2010, sebagai pemateri. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Milana, Mbak Iim pun mulai menyampaikan materi.

Syiah dan Sunni adalah dua golongan besar dalam Islam. Adapun perbedaan di antara keduanya ialah:

1. Perbedaan yang paling mendasar dari Syiah dengan Sunni ialah Syiah sangat mengagungkan Ali bin Abi Thalib. Syiah lahir ketika Ustman bin Affan meninggal dunia sementara beliau belum sempat menunjuk khalifah selanjutnya. Kemudian terjadilah perseturuan penentuan khalifah yang mengakibatkan timbulnya beberapa golongan. Syiah merupakan salah satu dari golongan tersebut.

2. Golongan Syiah tidak menyukai Aisyah. Mereka menganggap Aisyah sebagai orang yang fasik dan hina. Dalam suatu riwayat, Aisyah dikatakan sebagai pelacur.

3. Al-Qur’an oleh Syiah dianggap tidak benar karena tidak menyebutkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Selain itu, surah Al-Ikhlas diganti menjadi surah Al-Assad
surah al ikhlas diubah
(gambar diambil dari www.bringislam.web.id)

4. Mengkafirkan umat Islam yang bukan golongan Syiah. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa mereka berhak membunuh orang Islam yang bukan Syiah.

5. Memperbolehkan nikah mut’ah (nikah kontrak). Perbuatan ini oleh Syiah dianggap sebagai ibadah. Ada suatu kasus dimana seorang perempuan Syiah mengidap penyakit kelamin. Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata perempuan tersebut melakukan nikah mut’ah dan menganggapnya sebagai ibadah.

6. Meratapi kematian Hasan dan Husein (cucu Nabi Muhammah saw). Pada hari karbala, golongan Syiah merayakannya dengan melukai diri mereka sebagai aksi simpati kepada Hasan dan Husein.

Adapun golongan Syiah ini paling banyak terdapat di Iran. Demikianlah materi yang disampaikan Mbak Iim. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang membacanya.