Payung Peradaban: Semangat Gerak Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Pada kepengurusan Keluarga Muslim Fakultas Hukum tahun 2017 ini, kami mengusung nama Kabinet Payung Peradaban. Pemilihan nama ini selain memiliki nilai historis dan filosofis tersendiri dalam dakwah Keluarga Muslim Fakultas Hukum juga merupakan pengistilahan lain bagi semangat dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang kembali digelorakan pada kepengurusan tahun ini.

READ THIS

Ishlah sebagai Solusi Pasca "Peristiwa 65" di Era Reformasi

“…terlepas dari siapa pelaku utama terjadinya peristiwa ‘65, dampak atas peristiwa tersebut sebagian masih saja berkembang dan menjadi polemik hampir setiap tahun dikarenakan trauma politik dan sosial yang belum hilang di masyarakat bahkan timbul pula paranoid akan bangkitnya PKI, yang kemudian memunculkan sikap represif pada kelompok dan kegiatan tertentu yang diduga secara sepihak menghidupkan kembali pemikiran dan gerakan PKI…”

READ THIS

Lebaran, Munajat, Halal Bi Halal

Seperti sabda Rasulullah SAW, “Allah merahmati seorang hamba yang pernah berbuat dzalim terhadap harta dan kehormatan saudaranya, lalu ia datang kepada saudara yang didzaliminya itu untuk minta kehalalannya sebelum ajal menjemput.” (HR Tirmidzi dan Abu Hurairah)

READ THIS

KMFH UGM Nandur Bibit di Jojoran Kulon

Sebuah program kerja sosial kemasyaratan yang diinisasi oleh Departemen Pelayanan Umat bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo, Yogyakarta.

READ THIS

Cak Nun dan Relevansi Dakwah Kontemporer

Cak Nun, merupakan seorang budayawan, sastrawan, serta ulama yang sekarang ini cukup digandrungi masyarakat, khususnya daerah Jawa bagian tengah dan timur. Dengan gayanya yang eksentrik serta berambut panjang layaknya pujangga, ia lalu lalang berdakwah melintasi Jawa khususnya bagian tengah dan timur.

READ THIS

Krisis Kemanusiaan Etnis Rohingya dan Sikap Indonesia Terhadapnya

Pembicaraan dan pemberitaan mengenai terjadinya krisis kemanusiaan di Arakan Myanmar terus bergulir di berbagai forum dan media. Semua pembicaraan dan pemberitaan itu menyatakan keprihatinan terhadap memburuknya situasi di Myanmar, bahkan tak hanya sebatas menyatakan keprihatinan tetapi kutukan atas kekerasan yang terjadi juga lantang di suarakan dari berbagai negara.

READ THIS

Modernisasi : Elegi Kemanusiaan dan Kebangkrutan Sosial

“Kalau dahulu banyak luka kemanusiaan dalam perjalanan sebuah peradaban berpangkal pada sikap chauvinis yang berlebihan. Kini tampaknya egoisme mengambil alih.”

READ THIS

Bratayuda Jayabinangun: Filosofi Perang Penundukkan Hawa Nafsu

Bagaimana mungkin pementasan wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, dapat membuat penontonnya tetap melek dan tidak bosan?

READ THIS

Celoteh Bang Agam: "Katanya Toleransi"

“Untuk bersimpati terhadap muslim Rohingya, kau tidak perlu jadi seorang muslim!” tegas Agam.
“Kau manusia tidak?” Agam menatap tajam Kevin

READ THIS